Rabu, 02 Januari 2008

Suami Penurut Takut Istri
--------------------------------------------------------------------------------

Suatu hari Pak Nason memanggil kelima anaknya untuk diberikan hadiah. Namun, hanya satu anak saja yang berhak mendapatkan hadiah itu.

Pak Nason lalu bertanya kepada anak-anaknya, "Menurut kalian siapa yang paling patuh, yang tidak pernah membantah kata-kata Mama, dan selalu melakukan apa yang Mama minta?"

"Ya ..., curang!" protes anaknya yang paling tua, "Kalau pertanyaan gitu sih, berarti hadiahnya yang dapat Papa dong!"
Aji dan 20 ekor ayam
--------------------------------------------------------------------------------

Pada suatu hari ada seorang lelaki kaya ingin mengadakan kenduri untuk anaknya. Untuk itu dia ke peternakan pak romee untuk membeli ayam .

Lelaki kaya : "saya ingin memesan 20 ekor ayam untuk besok, ini alamat saya (sambil memberikan kartu namanya)
Romee : "baik pak, saya akan suruh anak buah saya untuk mengantarkan ayam-ayam ini besok ke rumah anda"

Setelah itu Pak romee memanggil Aji dan memberikan perintah..

Romee : "Ji, besok tolong antar 20 ekor ayam ke alamat ini (Sambil memberikan kartu nama lelaki kaya tersebut)"
Aji : Antar ayam.. siap Boss....


Keesokan harinya Aji membawa 20 ekor ayam dengan sepeda motor. 10 ekor diletakkan di sisi kanan, dan 10 ekor diletakkan di sisi kiri.
Akan tetapi malangnya, di tengah perjalanan dia terjatuh dari motornya..., ayam-ayam yang dia bawa langsung terlepas dan lari behamburan.Orang ramai datang untuk mengetahui keadaan si Aji, akan tetapi si Aji malah tertawa terbahak-bahak.

Orang yg bertanya : "Bang, abang tak apa-apa kan... ? Kepalanya tidak sakit kan?"

Aji : "Ha... ha... ha... !"

Orang yang bertanya : "Bang, kenapa bang ?"

Aji: "Ha... ha... ha..., dasar ayam-ayam bodoh, mereka mau lari ke mana? alamatnya kan ada pada aku... Hua.. ha.. ha.. ha..."
Lewat Kuburan
--------------------------------------------------------------------------------

Ali dan Abu baru pulang dari kota, untuk sampai kekampung, mereka terpaksa melalui jalan pintas yg bersebelahan sebuah kawasan perkuburan.

Hati mereka berdebar-debar sewaktu melewati kawasan perkuburan itu dan dalam sayup-sayup malam mereka terdengar bunyi ketukan dari kawasan perkuburan itu.

Mereka berdua memberanikan diri untuk melihat dari mana datang bunyi itu. Dengan perlahan-lahan mereka menghampiri kawasan kuburan terlihat seorang tua sedang mengetuk batu nisan menggunakan tukul besi dan pahat.Dalam keadaan yang agak gelap itu,orang tua tersebut tetap mengukir sesuatu diatas batu nisan.

Ali dan Abu bersuara "Fuuufff...bapak bikin kaget saja, kami kira tadi kami melihat hantu".

Sambil mendekati orang tua itu mereka bertanya: "Apa yang bapak lakukan malam-malam gelap begini di kuburan ??"

Tiba-tiba lelaki tua itu menjawab dengan marah..."Bodoh!!Dia orang salah eja nama aku!"
Punya Anjing Tidak Galak

--------------------------------------------------------------------------------

Seorang pria melihat seekor anjing sedang berbaring di sebelah seorang tua yg sedang duduk membaca koran.

"Apakah anjingmu galak?", tanyanya

"Tidak"

Tapi ketika si pria mencoba mengelusnya, si anjing dengan ganas menerkam tangannya dan mengigitnya hingga hampir putus"

"Hei! Kamu bilang anjingmu tidak galak!"

"Memang tidak. Itu bukan anjing saya"

Nasihat Dokter Supaya Berkonsultasi dengan Dokter Lain
--------------------------------------------------------------------------------

Seorang dokter ahli jiwa didatangi pasien baru.

"Dok, bertahun-tahun saya mengalami gangguan kejiwaan ini, tapi belum sembuh-sembuh juga"

"Selama ini siapa yang menangani Bapak"?

"Dokter Joni"

"Pantesan, dia memang dokter dungu. Saya jadi penasaran, apa nasehat Dr.Joni kepada Bapak?"

"Supaya berkonsultasi dengan Anda"
Udin dan janda muda

--------------------------------------------------------------------------------

Mengandalkan kekayaan orangtuanya, walaupun sekolahnya drop-out, Udin tidak merasa rendah diri. Bahkan ia berhasil mengawini dengan bangga seorang janda muda yang cantik.

Resikonya, sang istri kelihatan tidak pernah merasa puas. Dan saat ini Udin mulai mengungkapkan perasaannya:

Udin: “Tapi, sayangku!” rayunya. “Aku sudah melakukan segala sesuatu yang aku bisa untuk membuatmu bahagia. Terutama sejak malam pertama kita, sayangku.”

Sang istri: “Tapi engkau tidak melakukan satu hal seperti yang dilakukan suami pertamaku untuk membuatku bahagia.” jawab sang istri.

Udin: “Sebutkan saja apa itu, sayang.” kata Udin dengan nada merayu.

Sang istri: “Meninggal.” jawabnya bahagia.